Persib Bandung sukses mencatatkan hasil impresif dalam ajang pramusim bertajuk Dewata Challenge Series. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Maung Bandung berhasil menumbangkan wakil Malaysia, Sabah FC, dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini bukan sekadar hasil positif bagi tim asuhan pelatih kepala, melainkan menjadi panggung pembuktian bagi dua rekrutan anyar mereka, Mariano Peralta dan Luka Menalo.
Kedua pemain asing tersebut akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan mereka. Setelah melalui serangkaian pertandingan dan sesi latihan yang intens, Peralta dan Menalo akhirnya mencatatkan nama mereka di papan skor untuk pertama kalinya sejak berseragam biru kebanggaan warga Jawa Barat. Momentum ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi skuad Persib Bandung menjelang bergulirnya kompetisi resmi Liga 1 musim mendatang.
Pertandingan yang digelar di Pulau Dewata tersebut sejak menit awal berjalan dengan tempo tinggi. Persib Bandung yang mengusung misi evaluasi taktik tampak tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Strategi yang diterapkan oleh tim pelatih terlihat berjalan efektif, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang yang begitu cepat. Sabah FC, yang juga menurunkan skuad terbaiknya, sempat memberikan perlawanan sengit di lini tengah, namun disiplin para pemain Persib membuat pertahanan mereka sulit ditembus.
Gol pertama yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir melalui kaki Mariano Peralta. Penyerang yang didatangkan untuk menjadi ujung tombak ini menunjukkan kelasnya dengan penyelesaian akhir yang tenang. Memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi sayap, Peralta berhasil melepaskan tendangan terukur yang gagal dijangkau oleh penjaga gawang Sabah FC. Sorak sorai pendukung Persib yang hadir di stadion pun pecah, merayakan gol perdana pemain yang menjadi harapan baru di lini depan tersebut.
Tidak berselang lama, giliran Luka Menalo yang unjuk gigi. Gelandang serang yang dikenal memiliki kreativitas tinggi ini menunjukkan visi bermain yang luar biasa. Melalui skema serangan balik cepat, Menalo berhasil melewati satu pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok gawang. Gol tersebut menjadi bukti bahwa adaptasi Menalo dengan gaya permainan Persib Bandung berjalan dengan sangat baik.
Dominasi Persib Bandung tidak berhenti di situ. Unggul dua gol membuat kepercayaan diri para pemain meningkat drastis. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke jantung pertahanan Sabah FC. Gol ketiga akhirnya tercipta melalui skema permainan tim yang apik, menutup laga dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim lain di Liga 1 bahwa Persib Bandung di musim ini akan jauh lebih berbahaya dengan kehadiran amunisi baru.
Bagi Mariano Peralta, gol ini adalah pembuktian bahwa ia mampu mengemban tanggung jawab sebagai pencetak gol utama. Sebelumnya, banyak pihak yang sempat mempertanyakan ketajamannya karena belum mencetak gol di beberapa laga uji coba awal. Namun, dengan gol di Dewata Challenge Series ini, beban mental yang sempat menggelayuti pundaknya dipastikan telah hilang. Hal yang sama juga berlaku bagi Luka Menalo. Sebagai pemain yang diharapkan menjadi kreator serangan, keberhasilannya mencetak gol menunjukkan bahwa ia tidak hanya piawai memberikan assist, tetapi juga memiliki insting pembunuh di depan gawang.
Pelatih Persib Bandung dalam konferensi pers usai pertandingan menyatakan kepuasannya terhadap performa tim secara keseluruhan. Menurutnya, kemenangan atas tim sekelas Sabah FC merupakan indikator positif bagi perkembangan taktik tim. Beliau menekankan bahwa fokus utama dalam turnamen ini memang untuk menyatukan visi antara pemain lama dan pemain baru. Keberhasilan Peralta dan Menalo mencetak gol dinilai sebagai buah dari kerja keras mereka selama masa pramusim.
Dewata Challenge Series sendiri menjadi ajang yang sangat penting bagi Persib Bandung untuk mematangkan persiapan sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai. Selain menguji fisik dan mental, turnamen ini juga menjadi tempat bagi pelatih untuk mencoba berbagai variasi komposisi pemain. Dengan hasil positif ini, Persib Bandung kini memiliki modal kepercayaan diri yang tinggi. Para pemain tampak lebih padu dan memahami peran masing-masing di atas lapangan.
Para pendukung setia Persib, Bobotoh, tentu menyambut gembira hasil ini. Media sosial dipenuhi oleh apresiasi bagi kedua pemain asing tersebut. Banyak yang berharap performa impresif ini dapat terus berlanjut hingga kompetisi resmi bergulir. Ekspektasi tinggi memang selalu melekat pada siapa pun yang mengenakan jersey Persib Bandung, namun Peralta dan Menalo telah menunjukkan tanda-tanda awal yang sangat menjanjikan.
Ke depannya, tantangan bagi Persib Bandung akan semakin berat. Kompetisi Liga 1 yang panjang akan menguji konsistensi performa tim. Namun, dengan kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Mariano Peralta dan Luka Menalo, ditambah dengan kedalaman skuad yang mumpuni, Persib Bandung optimis bisa meraih target juara musim ini. Kemenangan di Dewata Challenge Series ini hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang yang menanti mereka.
Selain performa individu, soliditas lini pertahanan juga patut mendapatkan apresiasi. Berhasil mencatatkan clean sheet melawan tim seperti Sabah FC membuktikan bahwa koordinasi antar lini di Persib Bandung mulai membaik. Komunikasi antara pemain belakang dan penjaga gawang terlihat lebih rapi dibandingkan laga-laga sebelumnya. Ini adalah fondasi penting bagi sebuah tim yang ingin menjadi juara.
Sebagai penutup, momentum gol perdana Mariano Peralta dan Luka Menalo di Dewata Challenge Series ini akan tercatat sebagai salah satu momen penting pramusim Persib Bandung. Keduanya telah berhasil memenangkan hati para pendukung dan membuktikan bahwa manajemen tidak salah dalam merekrut mereka. Kini, seluruh mata tertuju pada penampilan mereka selanjutnya. Apakah mereka bisa mempertahankan performa ini? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti, Persib Bandung kini memiliki kekuatan baru yang siap mengancam setiap lawan di Liga 1.



